Cara menyampaiakan khotbahnya benar-benar cool, beliau pertama kali memperkenalkan diri sebagai pengasuh suatu acara interaktif di radio Kristen RPK FM.Itulah penampilan awal pak Anthonny Chang pada tanggal 25 Juli 2010, membawakan Firman Tuhan di GBI Intercon, dengan thema "Lepas dari jerat pengalaman masa lalu". Dan surprise bagi kebanyakan jemaat yang hadir, dengan thema khotbah itu, ia memberi kesaksian tentang masa lalunya yang sempat menjadi "orang gila" beneran.
Beliau dari daerah, aslinya kurang suka dengan orang Kristen karena dari lahir, kawin sampai mati nyanyi melulu..(becanda). Kuliah DO, pergaulan hancur, terlibat judi, narkoba, zinah, keluar masuk diskotik. Membandingkan diri dengan teman2nya (yang punya karir dan rumah tangga, sedangkan dia pengangguran) membuat Pak Anton menjadi sangat "kuatir" akan hidupnya dan akhirnya jadi depressi berat, mulai sering bicara sendiri, tertawa sendiri.
Hidupnya tidak terurus lagi, setiap hari hanya mengitari kompleks rumahnya, sampai suatu kali dia telanjang bulat dan berlari-lari sambil ketawa-ketawa.... Pak Anton jadi "gila" alias kurang waras / sakit jiwa.Di depan rumahnya di dekat Rumah Sakit Yang Seng Ie (RS.Husada) memang ada rumah sakit khusus penderita sakit jiwa. Akibatnya beliau terpaksa dimasukkan ke rumah sakit Jiwa dan mendekam di sana ditemani obat2an dengan dosis 3 x 6 butir. Begitu banyaknya obat membuat seluruh tubuhnya tambah lemah dan gemetar, bahkan bangkit dari ranjangpun susah. Di sekelilingnya adalah orang-orang yang "sama gila"nya dengan beliau, dari yang 5 tahun sampai di atas 20 tahun! Sampai satu kali ada seorang wanita yang berkunjung memberikannya sebuah kitab suci, dan dia tau "ini kitab orang kristen". Mulanya dia senang karena banyak nomor-nomor yang bisa untuk tebak-tebakkan (mantan penjudi ;-), akhirnya dalam kesepian dan ketidakberdayaannya ia mulai membaca.
Sampai dia berani berdoa, "Tuhannya orang Kristen, kalau Engkau ada, tolonglah saya!". Mujizat tidak langsung terjadi. Sedikit demi sedikit perubahan terjadi pada dirinya sehingga ia diijinkan pulang, namun saudara-saudaranya malu tinggal bersama dengan "orang gila", akhirnya dalam keadaan belum 100% pulih, Pak Anton "nge-kos" di daerah Taman Sari yang banyak gang-gang sempitnya. Ia masih sering mendengar "suara" yang mengganggu jiwanya. Satu kali "suara" itu menyuruhnya berjalan terusss... sampai ke jembatan kali Ciliwung (antara Jl. Gajah Mada - Hayam Wuruk), dan ketika berada di situ, suara itu menyuruhnya "terjun!". Pak Anton bersaksi bahwa ia lebih cenderung mengikuti "suara" itu, jika melawan, dia akan menjadi histeris dan berteriak-teriak, jadi supaya jangan berteriak, dia (dan mungkin sama dengan beberapa orang yang sakit jiwa) lebih baik mengikuti. Ketika suara itu menyuruhnya "terjun", dia memegang tangan, kaki dan tubuhnya sambil berkata, "tangan ini milik Tuhan Yesus... kaki ini milik Tuhan Yesus... tubuh ini milik Roh Kudus...." (karena dia sudah membaca kitab suci). Menurut Pak Anton, peristiwa "orang yang tidak jadi bunuh diri" ini masuk di harian Kompas 15 tahun yang lalu.Anthonny Chang kembali mengingatkan, bahwa bagi orang yang hilang ingatan, cenderung muncul suara yang menyuruh untuk melakukan hal yang menyebabkan kematian
Suara itu kalah. Pak Anton disuruh lagi pergi ke Mangga Besar, dekat lintasan kereta api dan "suara" itu menyuruhnya "duduk di rel!". Pak Antonpun duduk di situ. Tidak didengarnya suara laju kereta api, pokoknya hanya duduk saja di rel kereta yang sepi itu. Tiba-tiba muncul seorang bapa yang menyentaknya dengan keras, "Ngapain di situ hah? Pergi!!" Pak Anton kaget sekali, ia bangkit dan pergi. Tapi entah kemana dia harus pergi, dia berjalan saja sampai ke sebuah gereja, di sana sedang ada ibadah, jadi Pak Anton pun ikut beribadah tapi 'pikirannya' belum di sana. Begitu ibadah bubar, "pikiran" pak Anton "hang"... mendadak ia tidak tahu jalan pulang! Harus kemana? Bertanya kepada siapa? Tidak seorangpun yang mau berbicara padanya, dan tidak seorangpun yang dia kenal. Akhrinya pak Anton hanya berjalan... dan terussss berjalan dengan muka tertunduk pasrah.
Ia tidak berani menatap jalan, pasrah kemana kakinya membawa dia melangkah. Kalau kakinya ke kiri ya ke kiri... mau ke kanan ya ke kanan... "otak" nya sendang tidak bekerja, pokoknya terus berjalan dan hari semakin malam. Sampai "kakinya" berhenti di depan sebuah pintu rumah : 'pintu rumah kosnya!!' Itulah mukjizat terbesar dalam hidupnya, Pak Anton menangis dan hatinya mulai percaya, "Tuhan Yesus itu ADA !" Suara Tuhan sekarang berbicara, "Kalau bukan AKU, kamu tadi sudah mati dalam kali. Kalau bukan AKU, kamu tadi sudah mati terlindas kereta api. Kalau bukan AKU, kamu tidak bisa kembali ke tempat kos-mu." Semua itu mengubah hidupnya, pikirannya, hatinya.
Ketika "jiwa"nya pulih, tubuhnya pun pulih. Ia bekerja, "mengajar bahasa Inggris !" Hebat ya. Malamnya dia sekolah alkitab ! Tadinya Anthony merasa minder, karena siswa lainnya masih berusia muda, Antonny 'takut' otaknya tidak kuat menerima pelajaran yang begitu sulit, tetapi bersama perjalanan waktu ternyata ia benar-benar PULIH ! Ia menjadi asisten dosen, dan akhirnya menjadi dosen. Luar biasa, seorang mantan "sakit jiwa" - gila beneran, Tuhan Yesus bisa ubahkan menjadi seorang pengajar, dan bahkan kemudian menjadi seorang hamba Tuhan yang terkenal.
Pak Anton berkata, ketika ia mulai diundang kotbah sampai keluar negeri di beberapa negara besar, di depan jemaat yang ribuan jumlahnya, hati kecilnya terharu dan berkata, "jangan lupa Anthony, kalau bukan karena TUHAN, kamu tadinya hanyalah 'orang gila'...."
Ringkasan Khotbah September - Oktober 2010
Ringkasan Khotbah Mei-Juni 2010
Ringkasan Khotbah January-April 2010
Ringkasan Khotbah Tahun 2009
Back
to home